Berita
Sinergi dan Sportivitas: Mengintip Kemegahan Pembukaan Kompetisi MSO 2026
Tebing Tinggi, 1 Juni 2026
Ajang kompetisi bergengsi berskala nasional, Madrasah Science Oliympiade (MSO) 2026, resmi digelar. Ratusan siswa-siswi terbaik dari berbagai madrasah berkumpul untuk menguji kemampuan, mengasah talenta, dan memperebutkan gelar juara dalam kompetisi yang memadukan kecerdasan sains, humaniora, dan nilai-nilai keislaman ini.
Ketegangan di Ruang Lomba: Campur Aduk Antara Gugup dan Ambisi
Di balik wajah-wajah penuh konsentrasi, aura ketegangan begitu terasa di sepanjang lorong dan ruang perlombaan. Bagi sebagian besar peserta, membawa nama baik madrasah dan daerah asal di panggung nasional memberikan tekanan tersendiri. Rasa gugup (nervous), cemas, sekaligus antusias bercampur aduk menjadi satu di dada mereka.
Terlihat berbagai ekspresi unik dari para peserta. Ada yang sibuk membolak-balik catatan akhir dengan tangan yang sedikit gemetar, ada yang memilih memejamkan mata sambil berkomat-kamit menghafalkan doa, dan tidak sedikit pula yang mencoba menenangkan diri dengan mengatur napas dalam-dalam bersama guru pendamping mereka.
"Awalnya waktu masuk ruangan, jantung rasanya mau copot, Mualimah. Grogi banget lihat saingan dari sekolah-sekolah hebat lain," komentar bang Refan, sebagai utusan Sabilal."Tapi pas lembar soal dibuka, saya coba fokus, bismillah, dan berusaha kasih yang terbaik. Rasa takutnya pelan-pelan berubah jadi semangat."
Ketegangan ini adalah hal yang wajar. Justru dari rasa nervous itulah mental juara mereka sedang ditempa. Para guru pendamping yang setia menunggu di luar ruangan pun tak kalah tegang; jemari mereka tak putus-putus menghitung butiran tasbih, mengiringi perjuangan anak didiknya lewat jalur langit.
Ragam Cabang Lomba yang Kompetitif
Tahun ini, MSO menghadirkan persaingan sengit di berbagai cabang olimpiade yang dibagi berdasarkan jenjang pendidikan [MI/MTs/MA]. Beberapa cabang keilmuan yang dilombakan antara lain:
Sains Terintegrasi: Matematika, Fisika, Biologi, dan Kimia yang dipadukan dengan perspektif Islam.
Sosial dan Humaniora: Geografi dan Ekonomi Terintegrasi.
Suasana di lokasi perlombaan tampak dipenuhi ketegangan sekaligus antusiasme tinggi. Para peserta terlihat fokus menyelesaikan soal-soal tingkat tinggi (Higher Order Thinking Skills) yang menguji nalar dan analisis mendalam.
Solidaritas dan Pengalaman Berharga
Selain kompetisi yang ketat, MSO juga menjadi momentum penting bagi para siswa untuk saling bertukar pengalaman dan membangun jaringan pertemanan antarmadrasah dari berbagai Kota di Medan.
"Bisa lolos ke tahap ini dan bertemu dengan teman-teman hebat dari seluruh kota adalah pengalaman luar biasa. Menang atau kalah, yang terpenting adalah ilmu dan motivasi untuk terus belajar," ungkap Kak Hafizha Humairah dengan penuh semangat.
Pihak panitia berharap, siapa pun yang keluar sebagai juara dapat menjadi pemantik semangat bagi seluruh siswa madrasah di Indonesia untuk terus menembus batas dalam mengukir prestasi.